Maqam Superman Menurut Perspektif Iqbal - Kisah

Rabu, 22 Februari 2023

Maqam Superman Menurut Perspektif Iqbal

Dalam pembicaraan tentang kehidupan, terdapat banyak pengertian dan pemahaman mengenai apa itu hidup. Beberapa orang mengartikan hidup sebagai perjalanan panjang yang penuh dengan perjuangan dan tantangan di dunia, sehingga hidup menjadi sebuah persoalan perjuangan.


Maqam Superman Menurut Perspektif Iqbal

Terdapat orang yang memandang hidup hanya sebagai sebuah proses yang penuh dengan sandiwara dan permainan, sehingga hidup cukup dijalani saja. Namun, ada juga yang menafsirkan hidup hanya sebatas fungsi organ dalam tubuh seperti jantung, hati, dan sistem lainnya berjalan normal. Pertanyaannya, di antara beberapa arti dan makna tentang hidup, mana yang paling tepat? Ataukah tidak ada yang benar? Sebenarnya, apa itu hidup? Bagaimana definisi hidup dan bagaimana seharusnya hidup?


Dari banyaknya jawaban yang ada, setiap jawaban dapat dianggap benar jika diterapkan pada konteks yang sesuai. Sebagai gantinya untuk mencari hakikat hidup atau pemahaman hidup yang benar, lebih baik mencari cara hidup yang baik dan benar. Muhammad Iqbal, seorang filsuf dan sufi era kontemporer, berpendapat tentang cara hidup yang baik. Iqbal berpandangan bahwa hidup adalah tentang pengabdian kepada kebenaran ilahi.


Hidup yang baik adalah hidup sebagai manusia yang berkualitas. Manusia yang tidak memiliki arah dan makna hidup merupakan beban bagi sejarah dan tidak pantas dibanggakan. Bagaimana seseorang dapat dianggap sebagai manusia berkualitas? Menurut Iqbal, manusia berkualitas bukan hanya baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat membawa kebaikan bagi orang lain. Manusia berkualitas tidak hidup semaunya, melainkan patuh pada nilai dan norma yang telah disepakati bersama. Manusia berkualitas mampu mengontrol dirinya dan memiliki komitmen serta tanggung jawab terhadap kehidupan di bumi. Iqbal menyatakan bahwa untuk menjadi manusia berkualitas, seseorang harus memenuhi beberapa poin, antara lain:


Pertama-tama, kita semua telah memahami apa itu cinta meskipun ada banyak makna dan pemahaman yang berbeda tentang cinta. Namun, karena semua orang memiliki cinta dan merasakannya, cinta memiliki kekuatan aktif yang dapat memberikan semangat yang kuat. Dengan cinta, manusia dapat menemukan kebebasan, dinamisme, dan kreativitas yang akan mendekatkannya pada Tuhan.


Kedua, faqr. Secara umum, faqr diartikan sebagai kebutuhan dan kemiskinan. Namun, Iqbal memiliki definisinya sendiri tentang faqr. Faqr adalah ketidakpedulian terhadap apa pun yang ditawarkan dunia. Apapun yang baik diterima, sementara yang buruk dihindari tanpa perlu memikirkan hal-hal aneh.


Kita perlu hidup dengan selalu melakukan kebaikan yang menurut kita baik dan perlu dilakukan. Tidak perlu memikirkan apa yang akan didapat dari tindakan kita, misalnya ketika kita bersedekah Rp50.000, tidak perlu berpikir "wah lumayan nanti dilipatgandakan ribuan kali". Ketiga, keberanian adalah sifat yang berani menanggung risiko dalam mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Dengan menanamkan keberanian pada diri kita, kita memperkuat jati diri. Semakin banyak ketakutan dan kekhawatiran yang kita miliki, jati diri kita semakin lemah. Berani di sini bukan berarti nekat, melainkan tetap mempertimbangkan risiko dengan bijak.


Keempat, toleransi. Toleransi adalah kesadaran akan perlunya menghargai orang lain. Dengan selalu menanamkan sikap toleransi pada diri kita, maka ego kita semakin kokoh. Orang yang tidak toleran, akan merasa keberadaan orang lain mengganggu dirinya. Tanpa rasa toleransi, hidup kita akan selalu penuh kegelisahan. Kelima, kasb-in-alal (mencari yang halal). Mengapa harus mencari yang halal? Karena segala sesuatu yang halal akan selalu membuat kita tenang, dan ini bukan hanya masalah rezeki. Mempertimbangkan hal-hal yang subhat atau tidak jelas dapat menyebabkan kegelisahan. Menurut Iqbal, mencapai tujuan melalui usaha yang halal dapat memperkuat ego (individualitas) seseorang dan menunjukkan kemandiriannya.


Untuk menjadi manusia yang berkualitas, sangat penting untuk memiliki dasar cinta sebagai fondasi dalam setiap tindakan. Selain itu, kita tidak perlu terlalu memikirkan balasan dari apa yang kita lakukan, berani menanggung risiko dalam pengambilan keputusan, menanamkan sikap toleransi, mencari yang halal, dan melakukan kegiatan kreatif-orisinal.


Iqbal melarang menjiplak karya orang lain tanpa pengembangan, karena orisinalitas merupakan syarat penting untuk setiap perubahan menuju kemajuan yang signifikan. Hal-hal yang menjiplak harus ditolak dan ditinggalkan karena menghentikan daya kreatif manusia.


yang luar biasa dalam dirinya sendiri, hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, dan menghalalkan segala cara untuk kesenangan pribadi atau mencapai tujuan sendiri. Namun, orang yang berkualitas adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain, memperhatikan dan memperdulikan orang lain. Itulah manusia yang sesungguhnya luar biasa.


Jika kita hidup dengan prinsip-prinsip tersebut, menurut pandangan Iqbal, kita akan menjadi manusia yang berkualitas, superman dalam arti sesungguhnya.


Penulis: Nur Syafni Pradita Zuda (Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya) 
Editor: sinta


Comments


EmoticonEmoticon